--> Skip to main content

SEJARAH TEORI KOMUNIKASI

Setelah Teori komunikasi dirumuskan Laswell, akhirnya penelitian tentang komunikasi pun banyak dilakukan orang, diantaranya Paul Lazarsfeld (pada tahun yang sama, 1948) yang melakukan penelitian tentang pengaruh dari komunikasi, apakah media massa berpenagurh dalam mengubah pilihan orang dalam kampanye Pemilu, dan sejenisnya.
Pada tahun 1950-an, Teori Komunikasi pun berkembang. Wilbur Schramm memperkenalkan Teori Peluru atau “The Bullet Theory Of Communication”. Secara simpel, teori itu menyatakan bahwa komunikasi merupakan peluru yang dapat ditembakkan pada pendengar/penerima komunikasi (pendengar/penerima bersifat pasif). Namun, Schramm merevisi teori itu pada tahun 1970-an bahwa pendengar/penerima komunikasi itu tidak pasif.

Pada tahun 1960-an, Marshall MC Luhan dalam bukunya “Understanding Media” (1964) memperkenalkan teori “The Medium Is The Massage”. Artinya medium menentukan bentuk pesan/massage. Mc Luhan mengibaratkan dengan cahaya listrik, cahaya listrik untuk menerangi operasi bedah otakdi rumah sakit akan berbeda dengan cahaya listrik untuk menerangi pertandingan sepakbola. Dengan konsep ini, Mc Luhan menegaskan bahwa komunikasi akan mencapai sasarn jika sesuai dengan situasi atau kondisi dari penrima komunikasi, bahkan komunikasi akan percuma jika penerima komunikasi itu sendiri tidak ada.

Jadi, komunikasi itu ditentukan penerima komunikasi. Pada tahun 1970-an, Everett M Rogers memperkenalkan Teori “Homophily – Heterophily” yang berati komunikasi harus dilihat dari sudut kejiwaan dua unsur komunikasi yaitu komunikator (Siapa yang bicara) dan komunikan (Kepada siapa ditujukan). Unsur kejiwaan yang dimaksud terangkum dalam Homophily dan Heterophily. Homophily sendiri berarti derajat kesamaan (pendidikan, satus sosial, kepercayaan, nilai dan sebagainya), sedangkan Heterophily berarti derajat ketidaksamaan (pendidikan, satus sosial, kepercayaan, nilai dan sebagainya).

Jadi, jika Homophily ada maka komunikasi akan efektif, tapi jika Heterophily ada maka komunikasi tidak akan efektif kecuali jika komunikasi punya Emphatic Ability (kemampuan komunikator untuk merasakan apa yang dirasakan komunikan). Pada tahun 1980-an Teori Komunikasi tidak ada yang baru, tapi ada dua studi tentang Efek (dampak/pengaruh komunikasi) sehubungan dengan semakin canggihnya komunikasi massa. Dua studi tentang efek adalah: a.Agenda Setting. •kajian ini berkaitan dengan pemilihan Presiden AS pada tahun 1976 (menjelang pemilihan). •Davis H Heaver (1981) menjelaskan bahwa media komunikasi itu tidak merefleksikan kenyataan tapi menyaring lalu membentuknya seperti halnya keleidoskop membentuk cahaya. b.Uses And Gratification •Kajian ini sebenarnya sudah pernah dilakukan pada tahun 1940-an dan 1950-an, misalnya mengapa masyarakat memilih program tertentu dari siaran radio? Namun, kajian saat itu tidak melahirkan sebuah studi yang serius. •Kajian yang dikenalkan Heaver pada tahun 1981 ini berasumsi pada empat asumsi: (1) Penggunaan media terarah pada satu tujuan, (2) Khalayak memilih media dan jenis media.(3) Ada sumber non-media yang menjadi pesaing media (keluarga, teman dan sebagainya).(4) Khalayak sadar akan kebutuhan yang dikehendakinya. Dari Teori Komunikasi tersebut di atas, maka Proses komunikasi secara simpel adalah: ”komunikasi merupakan proses penyampaian lambang dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan agar dimengerti atau mengubah perilaku”. Proses komunikasi itu juga menjelaskan adanya Lima Unsur dalam komunikasi: 1. komunikator – penyampaian komunikasi. 2. Komunikan – penerima komunikasi . 3. Pesan – berupa lambang komunikasi, gagasan/ide. 4. Media – berupa sarana penyampaian gagasan. 5. Efek – berupa tujuan komunikasi (dimengerti/merubah prilaku) ( dari sumber internet)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar